Karena sebelumnya waktu gak cukup untuk memperpanjang tulisan kita lanjut di part-2 ajalah ya . Oh ia kalo kawan baru baca sekarang , bisa dibaca dulu
bagian pertamanya .
Waktu memang ngajak berantam terus , lagi enak - enak mengingat masa kecil tiba tiba bentak kita "WOI KERJA GAK KAU" . Akhirnya beberapa saat setelah si Rendo gangguin kenanganku , aku langsung mandi dan bersiap untuk berangkat kerja . Karena kebetulan lagi shfit malam , yah mau tak mau harus sedia kopi kita . Dalam perjalanan ke kantor , banyak kali gadis ku tengokin di rangkul sama monyetnya , mesra pulak bikin geram aja .
 |
Memacu waktu |
Yah macam mana lagi, awak jomblo jadi kalo lihat orang bermesraan itu tersinggung langsung . Naik pitam awak , tapi ya sudahlah jomblo memang selalu teraniaya . Malam itu kerjaan tidak terlalu berat , karena semuanya terkendali dengan baik . Dan pagipun datang lagi , artinya jam kerjaku udah bereslah masa mau kerja terus awak .
Akupun langsung pulang ke mess kantor, yang jaraknya tidak begitu jauh dari kantor kita . Kalo jalan kaki kira kira 5-10 menit juga sudah sampai . Langsung seduh kopi dan buka laptoplah, aku mau lanjutin kenangan yang terpotong sama si kampret Rendo . Jujur aja , kalo kawan-kawan lagi ingat masa kecil, pasti suka ketawa sendiri , dan gemas sendiri sampai akhirnya bilang
"aduh pengen kali aku mengulang masa kecil dulu" . Atau ada yang menyesal karena gak sempat menikmati masa kecilnya hahahah sedih kali hidup kau dulu bro, tapi kalo sekarang mungkin kebalikannya lah kita ya hahaha .
Waktu SD aku memang sudah biasa bolos, kalo gak salah ingat itu mulai kelas 3 SD aku udah lumayan sering bolos . Dulu sekolahku itu dekat Pantai , jadi rasanya rugi kalo tidak menikmati keindahan pantai saat itu . Kalo dipikir-pikir sekarang aku gak nyesal dulu pernah bolos dan main main menikmati alam yang masih bagus saat itu . Terumbu karangnya masih bagus kali , airnya jernih dan deburan ombak yang berbisik terdengar bahagia . Aku pernah balik ke pantai dekat sekolahku itu dulu, pantai "sumur meleleh" . Sekarang terumbu karangnya sudah hilang, dan ombak di sana terdengar merintih. Tapi meskipun aku nakal , jangan salah sangka , aku gak pernah dapat ranking di sekolah hahahaha . Belajar aja gak pernah apalagi dapat ranking , makanya bapakku dulu suka marah marah .
Selama SD , aku mungkin murid paling nakal sepanjang sejarah sekolah itu . Pernah melawan guru, melawan suster , dan hampir setiap hari aku berantam sama orang , pernah juga aku tendang muka anak kelas sebelah (aku waktu itu kelas D dia kelas B kalo gak salah ingat) akhirnya berujung papan mistar penggaris di betis dan pantat . Wajarlah, tenagaku dulu hampir gak ada habisnya , mau dari pagi sampai malam masih sibuk main terusss . Sampai akhirnya kelulusan tiba akupun nyaris tidak lulus , hanya selisih 0,2 point dari standart nilai kelulusan SD saat itu .
Mamak sama Bapakku aja udah gak yakin aku bisa lulus , jadi setelah turun angkot dan lari ke rumah aku rasanya senang kali . Bapak dan mamakku pun senyum juga . "bah lulus juga nya kau mang , ya udah lah bagus bagus lah kau ya nanti kalau sudah SMP" . kata bapak dan mamakku . "iya pak, iya mak" jawabku dengan haru . Macam sopan kali ya kelihatannya padahal badung hahaha . Aku sekalipun memang bandalnya mintak ampun kalo sama orang tua macam manapun aku harus tetap hormat , setidaknya untuk saat itu . Mungkin itu juga salah satu faktor penentu kenapa aku ada di titik kehidupanku saat ini .
Lagi enak enak menghayal , tiba - tiba si fardi ngajakin makan es krim di tempat yang kalo pagi sarapan di sana itu murah meriah dan banyak menunya . Akhirnya akupun menyudahi kenangan masa kecilku dulu . Dan melanjutkan aktifitas keseharianku buat, aku untuk saat ini sangat bersyukur . Baru sampai di tempat jualan es krim itu, langsung disapa sama mbaknya , "pagi ji silahkan duduk" .
Kamipun langsung duduk dan segera memilih es krim yang segarrr . Gak lama setelah memilih, es krim pesanan kamipun datang diantarkan oleh si mbak yang senyumnya itu kayak mentari pagi, hangat dan bersahabat . "eh ger, sampean ngeliatin ae naksir kah?" , tanya Fardi . " oh ia lah, gila manis begitu , tapi jangan sekaranglah kayaknya belum pas waktunya", balasku menjawab si Fardi .
"Yo wes , eh sampean iku aslinya medan apa bengkulu ? kemarin berangkat kesini dari bengkulu kan ? tapi kata anak-anak kantor aslinya medan (batak ) " , tanya Fardi lagi . " aku aslinya medan lekk , tapi aku itu pindah ke bengkulu waktu orang orang pintar di atas sana rusuhin tahtanya Pak Harto . Pas pulak Brazil kalah sama Perancis, tahun 1998 waktu itu Final piala dunia" , jawabku .
Kitapun menikmati es krim sambil ngobrol , tanpa kita sadar matahari semakin tinggi , kitapun bergegas balik ke rumah untuk beristirahat dan tidur biar bisa lanjutin aktifitas besoknya . Setelah membayar es krim kamipun pamit kepada penjual es krim gak lupa sama si mbak yang tadi, setidaknya menitipkan senyum dulu ahaha , bisa aja kau bodat . Gak taunya waktu aku senyumin si mbak itu , si Fardi kamfret ngoceh "mbak senyumnya beda lho ada senyum naksir tuhh" . Aku pun langsung pangling dan serba salah mau ngapain, sudah terlanjur senyum dan melihat si mbaknya . Untungnya si mbak itu bersikap sangat baik, tetap senyum sambil mengucapkan terima kasih .
Aku gak terlalu pintar menilai cewek , tapi kalo si mbak itu semuanya begitu alami senyumnya , wajahnya , tutur katanya , kayak gak dibuat-buat benar benar ikhlas .
Ahhh, bisa gila aku lama-lama mikirin itu , sesampainya di rumah aku langsung ke kamar dan tidur .
Ritualku sebelum tidur itu adalah menghayal , kadang aku menghayalin aura kasih , kadang dewi persik kadang juga jadi presiden . banyak lah yang penting bisa bikin pikiran tenang jadi bisa lebih cepat tidur . Tapi aku lebih suka menghayalin dewi sandra . Serius kawan kau harus coba biar bisa lebih cepat tidur . Gak ada rugi dan salahnya kan ? , kita bawak dewi sandra jalan - jalan dalam hayalan kita . Statusnya kita pacaran nih , terus kita jalan - jalan menikmati sunset di pulau dewata , Dinner dengan sajian makanan berkelas , lalu ketika hayalan kita semakin jauh kita terlelap dalam mimpi yang indah ... cobain dahh dijamin gak nyesa kau . hahahaha .
Setelah terbangun lagi malam hari ,aku seperti biasa ngerokok sambil ngopi dulu di ruang nonton mess ini . Biasanya kalo lagi rame kita sering bercanda di sini , tentunya saya adalah orang yang menjadi Topik utama percandaan . Yah gak apalah selama itu semua bisa bikin kita tetap ceria .
Betul aja, gak lama lagi nikmatin kopi , si rusuh datang dan langsung berkicau "woi bro",tanya rendo . "apa lagi bodatt , kau ngerusuh aja gak nengok kau aku lagi nikmati kopi ini" , jawabku sewot .
"enggak cuma sapa aja, siapa tau lu kesambet kenangan mantanmu broo" jawab rendo . "alamak, makin lama makin gila aja kau kutengok , gak ada angin gak ada hujan bahasanmu itu itu aja bodat" jawabku lagi dengan nada kesal . "hahahaaa jangan marah - marah broo , setelah hujan itu, biasanya pelangi datang , lupain lah itu mantan sambut pelangi yang menunggumu brooo",balas rendo yang lagi sok jadi mario bross . "ah
busetdagh ndoo , aku ini udah 5 tahun jomblo ndoo gak usah kau bahas bahas mantan , udah lupa aku gak sedih kau tengok abang mu ini jomblo 5 tahun ?". jawabku dengan mirisnya . Rendo pun langsung mendekat dan tiba-tiba tertawa dengan lepasnya sambil memegang pundak ku sambil ngomong , "sadis bro" dan pergi melanjutkan tawanya yang benar benar sakit terdengar saat itu .
Bodattt bodatt, ada aja jalan orang ini nembak awak , macam udah salah semua langkah awak ni , gerutuku dalam hati . udah mau kerja lagi , ceritana dipotong disini dulu ya kawan , semoga masih betah nungguin bagian selanjutnya ya , kalo enggak nanti gak masak ceritanya , karena setiap part dalam cerita ini sama seperti bumbu masakan , kalo gak dimasukin semua masakannya kurang nikmatttt . Jadi kalo gak di baca semua ceritanya jadi hambar nanti hehehehe . oke selamat beraktifitas kembali lah buat kalian semua . Have a good day .